Selamat datang di forum Chevan Lovers, fans Evan Sanders & Chelsea Olivia
 
IndeksIndeks  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 CVL

Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3 ... 13 ... 25  Next
PengirimMessage
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: CVL   Sun 11 Nov 2018 - 11:38

First topic message reminder :

TELAGA KASIH CHEVAN


Berawal dari sinetron Antara Cinta dan Dusta (ACdD), Evan Sanders dan Chelsea Olivia Wijaya dipertemukan. Chemistry Evan Sanders dan Chelsea Olivia (CHEVAN) membius kami. Usia mereka yang terpaut jauh membuat chemistry itu menarik dan unik. Chelsea yang masih belia, bisa mengimbangi Evan yang sudah dewasa, sehingga kami tidak bosan melihat acting mereka yang natural. Setelah disinetron ACdD, mereka dipersatukan lagi di sinetron Cinta Sejati...bagi fans CHEVAN, tentu sampai detik ini masih mengharap Chevan segera bersatu lagi dalam satu project... sambil nunggu Chevan bersatu lagi, yuk fans CHEVAN komen di sini... pasti nunggunya lebih seru!


Twitter Evan Sanders: @evansaders_id

Twitter Chelase Olivia: @chelseaolivia92


instagram Evan Sanders: https://www.instagram.com/iam.evansanders/?hl=id

instagram Chelsea Olivia: https://www.instagram.com/chelseaoliviaa/?hl=id


Terakhir diubah oleh Nila tanggal Sat 8 Dec 2018 - 7:15, total 4 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net

PengirimMessage
Mia

avatar

Posts : 4125
Join date : 12.06.14

PostSubyek: Re: CVL   Mon 12 Nov 2018 - 22:03



Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 6:44

Mia wrote:
:peek: Malam.....
Ini kamar no brp? Kok ruangnya baru?? :tertawa:

kamar no 1 :senyum:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 6:45

Mia wrote:
Nila wrote:

Ohh..Hari Ayah ya? Met hari ayah. Beliau hartaku yang harus kujaga di dunia ini.

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 6:46

Mia wrote:
#Ayah

Malam ini tanpa bintang di langit
Hanya hitam yang bertasbih disana
Sama seperti hatiku yang sedang hitam
Gersang tanpa hangat pelukan ayah.

Angin masih datang dengan cara sama
Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati
Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna
Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah.

Ayah aku sangat merinduimu
Merindukanmu dengan cara diam bisu kata
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit.

Doa kukirim untuk rasa rindu ini
Kujadikan ia penawar segala rasa asa
Kugenggam ia hingga putih
Ayah masihkah kau disana?

Ayah malam ini kukirim sepucuk rindu
Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati
Kutitip ia pada angin malam yang beku
Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu.

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 6:47

Mia wrote:
Nila wrote:
Mia wrote:

ROBIN
Oleh : Mia

Malam ini  tiba-tiba rintik hujan datang lagi. Padahal kemarin hujan lebat hingga di sudut kota  banjir. Angin  tidak lagi bertiup . Di kamar ini lengang. Hanya di ruang keluarga suara televisi terdengar lebih keras. Rupanya ayah masih setia dengan televisinya. Biasanya yang dia suka sinetron laga yang meceritakan tentang kisah raja-raja  jaman dahulu.
Dan malam ini pun kantukku hilang seketika, meskipun tubuhku lelah setelah perjalan ke luar kota seharian tadi. Entahlah! Semenjak di perjalanan tadi hingga di kamar ini. Dan rasanya perasaan ini selalu hadir  setiap saat, setiap kekosongan waktu itu ada di hatiku. Aku ingat engkau Robin! Kau kenal dengan aku karena dikenalkan temanku. Walaupun kita satu kampus tapi sebelumnya kita gak pernah kenal. Setelah perkenalan itu kau sering menemuiku bahkan kau sering menjemputku dan pulang kuliah bersama. Aku ingat sekali Robin, kau selalu membawaku dengan sepeda motor metic Vario hitam kesayanganmu.
Dari perkenalan itu  akhirnya kita menjadi sahabat,  kau asik diajak diskusi, bahkan penuh pengertian dan perhatian. Hari-harimu selalu bersamaku. Kau juga  akrab dengan keluargaku, karena memang kau supel pandai menempatkan diri, dan sopan. Apalagi dek Ziko ,adekku yang  bungsu , dia sangat tergantung padamu. Dia bersikap manja ketika kau di rumah.
Kau  selalu membuat hangat suasana ketika kita bersama, kau kadang bercerita tentang gadis-gadismu yang pernah kau taklukan. Dan  sebailiknya aku enggan membicarakan urusan asmara denganmu.  Kau yang tahu kesulitanku ketikas aku harus mengurusi sendir setiap kegiatan di sekolah tempat aku mengajar. Mengajar anak Tk adalah kesenada kebahagiaa tersendiri di anganku, meskipun  honorku tidak seberapa  tapi ada kebahagiaan sendiri di hati . Kau paham itu. Bahkan kau ikut mendukungku, dengan ikut  mengantarku ke manapun aku mau untuk mengurusi segala yang berurusan dengan murid Tkku.
“Kau ini guru apa pesuruh sih?” Tanyamu ketika kau datang ketempatku mengajar.
“Dua-duanya”
“Kok gitu?”
“Di sini gurunya aku saja, jadi aku merangkap kepala sekolah,  dan pesuruh”
“Ya ,mengajukan dong”
“ Ah, kau ini. Ini TK di desa pelosok.ceritanya panjang.” Jawabku  menghentikan keingin tahuanmu. Kau kemudian tahu bahwa Tkku itu rintisan aku sendiri. Di sebuah desa kecil jauh dari kota.
Robin, waktu itu aku selalu memanggilmu  “adik” karena usiaku  2 tahun lebih tua darimu, kau juga  yuniorku di kampus . Meskipun kau sering protes dengan sapaan yang kuberikan. Tapi aku merasa nyaman dengan itu aku mersa lebih santai bersamamu.  Sehingga ketika bertemu teman, atau siapapun yang menayakanmu aku selalu mengatakan “Ini adikku.” Aku tak pernah tahu persaanmu waktu kukatakan seperti itu.  Hanya dalam hatiku aku berharap kau maih punya pintu terbuka untuk siapapun meskipun kau selalu bersamaku. Aku  tak boleh GR .
Ah, Robin ! Lebih dari lima tahun persahabatan kita, kebersamaan kita. Kau telah tahu segala yang ada  dalam hidupku. Kau juga tahu  kelebihan dan kekuranganku.  Perhatianmu  padaku  yang berlebih kadang membuatku berfikir kau tidak hanya sebagai adik. Tapi semua itu kutepis, karena kita memang berikrar untuk menjadi sahabat. Menjadi saudara.  Kemudian ada ketakutan pada diriku, ketergantunganku terlalu besar padamu. Kau berkata, aku idolamu, senyumku yang membuatmu damai. Aku sadar. Bersahabat, bersaudara tidak selalu berakhir di pelaminan. Itu lebih baik agar tetap terjalin silaturrohim sebagai sahabat, sebagai saudara. Kau menganggapku  mbak, dan kuanggap kau adik.
“ Kelak jika kau sudah menemukan gadis pendamping hidupmu. Apa kau akan berubah?’ Kataku suatu sore di rumahku.
“Ya tidaklah” Jawabmu  tidak memandangku, kau masih terus membaca majalah yang sebernanya kau bawakan untukku.
“Ya berubahlah, kau kan punya urusan sendiri dengan dia.”
“Tidak. Tidak akan berubah. Aku tak ingin rumah ini jadi kenangan. Aku damai di sini, di sini menyenangkan.” Jawabmu sambil memandangku tajam.
Tapi tahukah kau? , itu kalimat pancingan buatmu, agar kau mengatakan satu kata untuk hubungan kita ke depan.  Bukankah waktu terus berjalan? Bukankah  hidup perlu kepastian?

Suatu malam ibukku  datang ke kamarku, sambil menutup pintu kamar. Aku tak pernah melihat ibuk seserius itu.
“ Ibuk mau  tanya” Katanya pelan
“Apa  Bu. Kok serius?”
“ Gimana hubunganmu dengan Robin?’
“Hubungan apa?”
“Dia pacarmu?”  Aku terkejut, tak pernah kusangka pertanyaan itu yang disampaikan ibuk.
“ Mengapa ibu tanya gitu?”
“ Karena dia sangat perhatian padamu.”
Aku mengerti maksud Ibu, tapi aku tak boleh  egois dengan jawabanku. Waktu itu aku ingin sekali berlari padamu Robin. Ingin mengajukan pertanyaan yang sama seperti Ibu. “apakah kau anggap aku pacarmu?”  
“Bukan ,Buk. Aku tidak pacaran dengannya. Aku hanya dianggapnya kakak.” Jawabku. Dan ibuk mengangguk. Sambil berfikir sejenak.
“Dia tak pernah mengatakan sesuatu padamu?” lanjut ibuk .Aku langsung menggeleng. Ibuku memang sangat bijaksana. Begitu hati-hati bertanya padaku.
“ Bapakmu tadi menyuruh aku bertanya padamu. Ada anak teman Bapakmu yang menayakan kamu, jadi  dia akan datang ke sini. ”
“Maksud Ibuk? “
“ Dia ingin melamarmu, tapi dia tidak memaksamu. Dia ingin bertemu kamu dulu . Kamu  tanya sendiri. Liat anaknya gimana. Baru ambil keputusan. Begitu pesan bapakmu.”
“Buk....”
“Ini usulan  untukmu. Kalau kau ingin gambaran. Anaknya baik, dari keluarga baik. Dia sudah sarjana dan pegawai negeri . Mengajar di SMA . “  Ibuk menjelaskan dengan bahasa daerah yang kental. Dan ibuk berlalu sambil menutup kembali pintu kamar.
Benar! Keesokan harinya dia datang. Memperkenalkan namanya, pada acara perkenalan itu , dia yang kupanggil Mas Doni itu. Memberi waktu  padaku untuk berfikir tentang maksudnya.
Robin! Adikku Robin. Waktu itu kau yang biasanya sepulang kerja ke rumah, tidak ke rumah lagi.  Hingga aku ke rumahmu dengan kemantapan hati aku akan menerima  pinangan Mas Doni. Tapi ada keraguan di sudut hatiku.  Ada rindu yang berdesir di sudut hati ini. Kuanggap itu desiran rindu  kepada seorang sahabat , seorang adik. Akhirnya sore itu aku datang ke rumahmu. Kau ingat kan Robin ?Waktu itu tanah masih basah karena  habis diguyur hujan. Kau terlihat terkejut  melihatku? Kulihat senyummu cerah sekali.
“Wah, mbak Rin sudah berani datang ke sini sendiri.” Sambutmu dengan  gembira. Kau terlihat senang, karena aku memang jarang ke rumahmu. Itupun selalu ada teman, entah bersamamu, bersama temanku atau dek Ziko.
“Kok gak ke rumah?” tanyaku langsung .
“Sory, aku dapat tugas tambahan dari Bos. Jadi waktuku tersita. Ini rencana nanti mau ke sana”
“ Nggak apa-apa kalau sibuk. Takutnya  kamu sakit.”
“Sehatlah!” Jawabmu sambil mengakat kedua tanganmu, seperti iklan susu yang ada di TV. Aku tertawa  liat tingkamu. Kau memang selalu membuatku tertawa.Kau kadang bertingkah konyol agar kubisa tertawa. Kaupun ikut tertawa Sambil memandangku tajam  Kau pernah bilang bahwa tawaku membuatmu damai. Aku tersanjung dengan itu.
“ Di rumah sehat semua kan?” tanyamu kemudian. Aku mengiyakan . Kemudian kau bercerita tentang tugas tambahamu, tapi kau bumbui dengan kisah konyol yang membuatku kembali tertawa  lepas. Ah , Robin  senangnya bersamamu. Aku kembali yakiin waktu itu bahwa kau akan tetap menjadi adikku, sahabatku dan saudaraku, tanpa harus diracuni dengan kisah asmara yang pelik. Itu lebih baik pikiirku.
“ Ada apa? “ Tanyamu serius,sambil   memandangku lekat. Setelah akun pamit pulang. Aku melihat ada hal yang beda dengan tatapanmu, hatikupun bergejolak. Seperti ada desiran indah. Namun kualihkan semuanya menjadi normal kembali.
“ Gak ada, hanya liat kamu saja” jawabku bohong.
“Bener?”
Aku mengangguk.
“Oh ya, aku bingung  akhir-akhir ini.”
“Bingung kenapa?”
“Usia makin bertambah, mungkin aku harus segera menikah?” Kataku tiba-tiba.
“Dengan siapa?” Tanyamu sambil tertawa.
‘ Dengan siapa saja , yang mau denganku?” Jawabku sambil tertawa pula.
“ Dengaku mau?” Tanyamu lagi masih dengan  tertawa.
“Dengan siapa saja yang mau denganku” Jawabku lagi sambil tertawa.  Sebenarnya  aku  atau mungkin kita sedang bersandiwara. Aku merasa Rasanya ada perbedaan tekanan ketika kau bertanya , “Ada apa?” Pertanyaan dan tatapanmu telah meruntuhkan pertahananku, aku hampir menyerah padamu. Namun ketika  kita tertawa membicarakan pernikahan. Saat itulah kuungkapkan dengan bercanda, dan kau menyambutnya dengan candaan pula. Seperti kita tak pernah membicarakan hal-hal serius. Yang seriuspun kita buat candaan agar kita bisa tertawa bersama.

 (BERSAMBUNG)


ceritanya bagus....jangan lupa sambungannya ya neng
Ahh..masak bagus??? :hahaha: :guling: :guling:

iyalah neng :senyum:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 6:48

Mia wrote:

kasih gula supaya manis
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 6:49

Mia wrote:


Main sulap apaan sih NYOLL?. coba bikin aku ga ngantuk kan makin seru. bounce bounce

wah masih seperti dulu ya suka tidur
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net
Nila
Admin
avatar

Posts : 7234
Join date : 20.05.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 6:52

Mia wrote:



Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://chevanlovers.indonesianforum.net
Mia

avatar

Posts : 4125
Join date : 12.06.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 12:14

Nila wrote:
Mia wrote:




YESSSS!!!!!!!!

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Mia

avatar

Posts : 4125
Join date : 12.06.14

PostSubyek: Re: CVL   Tue 13 Nov 2018 - 12:16

Nila wrote:
Mia wrote:


Main sulap apaan sih NYOLL?. coba bikin aku ga ngantuk kan makin seru. bounce bounce


wah masih seperti dulu ya suka tidur

Klo sudah ga suka tidur berarti aku udah PARAHH!!! :tertawa:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: CVL   

Kembali Ke Atas Go down
 
CVL
Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 25Pilih halaman : Previous  1, 2, 3 ... 13 ... 25  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
CHEVAN LOVERS :: Chevan Lovers :: Silakan teman-teman komentar disini-
Navigasi: